Organisasi Organization · 25 Januari 2026 January 25, 2026 · 2 menit baca 2 min read

Mengapa keputusan masih selalu naik ke CEO, dan apa yang harus dilakukan Why decisions still always escalate to the CEO, and what to do about it

Ada pertanyaan yang hampir selalu diajukan CEO ketika mereka akhirnya jujur tentang kondisi organisasinya. There is a question CEOs almost always ask when they finally get honest about their organization.

R
Rangga Irawan Prasetyo
Digital HR Architect · Founder Nusva Group Digital HR Architect · Founder of Nusva Group

Ada pertanyaan yang hampir selalu diajukan CEO ketika mereka akhirnya jujur tentang kondisi organisasinya.

"Mengapa pricing butuh delapan rapat?" "Siapa yang sebenarnya punya ownership ini?" "Kita sudah reorganisasi tahun lalu, kenapa masalah yang sama masih ada?"

Pertanyaan berbeda di permukaan. Tapi akar yang sama: desain organisasi yang tidak dirancang untuk membuat keputusan, hanya untuk mengelola struktur.

Masalahnya bukan di berapa banyak lapisan.

Hampir semua percakapan desain organisasi berakhir di span of control. Ini pertanyaan yang salah. Yang lebih penting: di mana organisasi kehilangan kecepatan dalam membuat keputusan? Dan mengapa?

Sebuah bank dengan 14.700 karyawan: CEO mengeluh risk ada di mana-mana tapi tidak ada yang benar-benar memilikinya. Produk baru butuh berbulan-bulan bukan karena regulasi rumit, tapi karena tidak jelas siapa yang berwenang memutuskan apa.

Decision Spine: sistem operasi untuk keputusan kritis.

Solusinya bukan reorganisasi. Decision Spine adalah sistem yang secara eksplisit mendefinisikan untuk setiap keputusan kritis: siapa pemiliknya, apa guardrail-nya, bukti apa yang dibutuhkan sebelum keputusan dibuat, dan bagaimana eskalasi bekerja.

Bukan tentang siapa yang paling senior. Tentang siapa yang punya konteks paling relevan, data yang paling valid, dan akuntabilitas yang paling jelas untuk dampaknya.

Interface Contracting: menghilangkan gesekan lintas fungsi.

Hampir setiap CEO yang pernah menjalankan proyek lintas fungsi tahu rasanya: dimulai semangat, timeline masuk akal, tapi begitu pekerjaan nyata dimulai koordinasi memakan waktu, prioritas tidak selaras, dan KPI per departemen justru menghambat kerjasama.

Interface Contracting adalah kontrak tata kelola ringan untuk titik-titik pertemuan lintas fungsi: siapa yang memutuskan ketika ada ketidaksepakatan, apa definisi "selesai" yang disepakati bersama, bagaimana konflik prioritas diselesaikan tanpa harus naik ke CEO.

Sebuah perusahaan FMCG regional, 8.400 karyawan.

CEO frustrasi: mengapa perubahan harga atau promo butuh berminggu-minggu sementara pasar bergerak harian? Setelah implementasi Decision Spine untuk delapan keputusan komersial dan Interface Contracting antara Commercial dan Supply Planning. Waktu siklus keputusan turun signifikan, kebocoran margin berkurang, beban rapat berkurang. Yang berubah bukan strukturnya. Yang berubah adalah di mana dan bagaimana keputusan dibuat.

Mengapa reorganisasi hampir tidak pernah cukup.

Reorganisasi mengubah siapa yang melapor kepada siapa. Tapi ia tidak mengubah bagaimana keputusan nyata dibuat, atau seberapa cepat informasi yang relevan sampai ke orang yang tepat. Reorganisasi tanpa desain ulang mekanisme keputusan hanya memindahkan kotak di bagan. Masalah yang sama kembali enam hingga dua belas bulan kemudian.

Organization design hari ini bukan tentang siapa di bawah siapa. Ini tentang bagaimana keputusan paling penting dalam bisnis Anda dibuat, dengan cepat, dengan data yang tepat, oleh orang yang tepat, tanpa semuanya harus naik ke meja CEO.

There is a question CEOs almost always ask when they finally get honest about their organization.

"Why does pricing need eight meetings?" "Who actually owns this?" "We reorganized last year, why is the same pain back?"

Different surfaces. Same root: an organization designed to manage structure, not to make decisions.

The problem is not how many layers.

Almost all org design conversations end at span of control. Wrong question. The more important: where does the organization lose speed in making decisions, and why?

The Decision Spine.

Not reorganization. The Decision Spine explicitly defines for each critical decision: who owns it, what the guardrails are, what evidence is needed, and how escalation works. Not about who is most senior, but about who has the most relevant context, the most valid data, and the clearest accountability.

Interface Contracting.

A lightweight governance contract for cross-functional seams: who decides when there is disagreement, what "done" means to all parties, how priority conflicts resolve without escalating to the CEO.

Reorganization is almost never enough.

Reorganization changes who reports to whom. But it does not change how real decisions are made. Reorganization without redesigning decision mechanisms just moves boxes on the chart. The same problem returns six to twelve months later.

Organization design today is not about who sits under whom. It is about how the most important decisions in your business are made: quickly, with the right data, by the right people, without everything reaching the CEO's desk.

Bagikan Share
R
Tentang Penulis About the Author
Rangga Irawan Prasetyo
Digital HR Architect dengan 15 tahun pengalaman dari dalam organisasi. Membangun sistem, menulis pemikiran, dan berbicara tentang bagaimana organisasi mengambil keputusan Human Capital dengan lebih jelas, lebih cepat, dan lebih manusiawi. Digital HR Architect with 15 years of inside-organization experience. Builds systems, writes ideas, and speaks about how organizations can make Human Capital decisions that are clearer, faster, and more humane.
Profil Lengkap Full Profile
Ingin mendiskusikan ini lebih lanjut? Want to discuss this further?
Hubungi Saya Get in Touch